Ilustrasi

Blockchain Indonesia – Poin tukar mata uang komputerisasi bitcoin tampaknya memang sedang tak stabil. Dalam sebulan ini telah terjadi dua kali penurunan skor tukar bitcoin, padahal kemudian nilainya kembali naik. Momen pertama terjadi ketika China mengumumkan niatnya untuk mengeblok penggunaan mata uang komputerisasi hal yang demikian.

Efeknya skor tukar bitcoin segera turun sampai 10 persen. Lalu, sebagaimana diberitakan dari The Next Laman, skor tukar hal yang demikian kembali mengalami penurunan imbas komentar CEO JP Morgan, Jamie Dimon, permulaan minggu ini. Jamie Dimon, ketika itu mengatakan bahwa bitcoin yaitu sebuah kekacauan yang akan langsung meledak. Ia malah bercanda bahwa putrinya sudah membeli sejumlah bitcoin, dan merasa brilian sebab skor tukar mata udang komputerisasi itu naik sampai lebih 300 persen di tahun ini.

“Ini (bitcoin) bukan sesuatu yang kongkrit, suatu ketika ini akan mati. Aku tak memberi anjuran untuk langsung mengumpulkan bitcoin dan memasarkan 100.000 dollar AS bitcoin sebelum nilainya turun,” terangnya ketika bicara dalam acara Delivering Alpha Conference.

“Ini bukan perbuatan yang aku sarankan. Putri aku sendiri telah membeli bitcoin, lalu nilainya naik dan kini ia merasa jadi orang brilian,” imbuhnya. Perkataan Jamie Dimon itu berakibat penurunan skor tukar bitcoin menjadi 3.772 dollar AS atau sekitar Rp 49,9 juta per kepingnya. Poin tukar ini yaitu yang paling rendah selama sebulan baru-baru ini. Walau demikian, tidak butuh waktu lama supaya skor tukar bitcoin kembali naik.

Pada Rabu, skor tukarnya kembali berada di spot 3.894 dollar AS atau sekitar Rp 51,5 juta per kepingnya. Sebagai ilustrasi, sekitar enam bulan lalu, skor tertinggi bitcoin yaitu 1.223 dollar AS atau berimbang Rp 16,1 juta. Meskipun separuh tahun sebelum angka itu tercapai, skor tukar tertinggi bitcoin cuma sekitar 600 dollar AS atau berimbang Rp 7,9 juta per kepingnya.

 

Sumber : Coin Daily